Hare Krishna Hindu atau Bukan?

Diperbarui: Feb 22


Beberapa orang bertanya , “Apa sih yang diinginkan oleh Hare Krishna? Kenapa Prabhupāda sebagai pemimpin Hare Krishna kadang dengan tegas mengatakan bukan Hindu tapi di saat yang lain mengatakan diri sebagai Hindu? Apakah Hare Krishna Hindu atau bukan? Apakah hanya Hare Krishna yang benar dan yang lain salah? Dunia seperti apa yang Hare Krishna inginkan?”. Dan masih banyak lagi pertanyaan-pertanyaan sejenis yang sebagian bernada sungguh-sungguh ingin tahu dan sebagian lainnya bertujuan menyudutkan Hare Krishna. Berikut sedikit penjelasan tentang Hare Krishna dan teologinya. Semoga bisa memberikan secercah pemahaman kepada kawan-kawan yang masih awam akan keberadaan sampradāya ini dan orientasi spiritualnya.


Hare Krishna Adalah Sebuah Mantra, bukan Sampradaya


Kurangnya pemahaman masyarakat umum, dan bahkan sebagian pengikut ajaran Prabhupāda yang masih awam, telah menyebabkan distorsi pemahaman tentang apa itu Hare Krishna. Saat ini Hare Krishna sudah terlanjur dicap sebagai nama sebuah kelompok sampradaya. Padahal Hare Krishna sebenarnya tidak mengacu kepada suatu kelompok, namun Hare Krishna adalah sebuah mantra yang bersumber dari sloka-sloka Veda, khususnya disebutkan di Kalisantaraṇa Upaniṣad sebagai berikut:


hare kṛṣṇa hare kṛṣṇa kṛṣṇa kṛṣṇa hare hare hare rāma hare rāma rāma rāma hare hare iti ṣoḍaśakam nāmnāṁ kali-kalmaṣa-nāśanam nātaḥ parataropāyaḥ sarva vedeṣu dṛśyate


Artinya:


Hare Krishna Hare Krishna, Krishna Krishna Hare Hare Hare Rama Hare Rama, Rama Rama Hare Hare

Enambelas nama-nama suci Tuhan ini yang tersusun dari tigapuluh dua (32) suku-kata, adalah satu-satunya cara untuk mengatasi segala pengaruh buruk Kali-Yuga. Dalam semua pustaka Veda disimpulkan bahwa untuk menyeberangi samudra kebodohan di zaman ini, tidak ada cara lain selain mengumandangkan enambelas nama suci Tuhan ini.


Para pengikut dan praktisi bhakti yoga dalam garis perguruan Gaudiya Vaisnava terhimpun dalam organisasi yang didirikan oleh Srila Prabhupada yaitu ISKCON (International Society for Krishna Consciousness) dimana saat ini terlanjur dicap dengan nama “Hare Krishna”, sesungguhnya organisasi ini adalah bagian dan personifikasi modern dari garis perguruan tersebut. Bhāgavata-Purāṇa 6.3.21, menjelaskan bahwa penyebaran Veda dilakukan melalui empat garis perguruan atau sampradaya utama, yaitu:


1). Brahma-Sampradāya

2). Śrī-Sampradāya (Laksmi-Sampradāya)

3). Rudra-sampradāya (Śiva-Sampradāya)

4). Kumāra-sampradāya


Prinsip-prinsip bhakti yang dipakai dalam ISKCON berasal dari garis perguruan Brahma-Sampradāya. ISKCON sendiri dibentuk oleh Śrīla Prabhupāda bukan dalam rangka mengekslusifkan dan memisahkan diri dari sampradāya induknya, tetapi hanya sebagai wadah bagi murid-murid beliau dalam belajar dan menyebarkan ajaran-ajaran bhakti kepada Tuhan. Semua anak ranting keempat garis perguruan (paramparā) Veda yang disampaikan oleh Bhāgavata-Purāṇa 6.3.21 di atas juga mempraktekkan dan mengajarkan prinsip-prinsip bhakti serta mengumandangkan maha-mantra Hare Krishna sebagaimana dilakukan oleh ISKCON.


Jadi, mereka yang secara keliru melihat perkumpulan ISKCON sebagai Hare Krishna dan secara sepihak dan dangkal menyatakan sesat, pada dasarnya telah melakukan setidaknya dua kesalahan pahaman, yakni salah memahami esensi Hare Krishna sebagai sebuah mantra Veda yang seharusnya diagungkan oleh para pengikut Veda, yang kedua keliru melihat keberadaan ISKCON yang sesungguhnya adalah personifikasi dari garis perguruan Brahma-Sampradāya yang sah ada dan diakui oleh Veda.


Agama vs. Spiritual


Dalam beberapa kesempatan Śrīla Prabhupāda menyatakan bahwa ajaran sanātana-dharma yang dibawa oleh beliau itu bukan Hindu. Tetapi di beberapa kesempatan lain beliau acap kali mengatakan ajarannya tersebut adalah Hindu. Pernyataan Prabhupāda yang seolah berbeda-beda ini pada akhirnya menimbulkan polemik dan menjadi senjata tersendiri bagi sekelompok tertentu untuk mendiskreditkan beliau dan organisasi ISKCON yang didirikannya. Mereka mempertanyakan Hare Krishna Hindu atau bukan?


Untuk bisa memahami maksud Prabhupāda kita perlu mengetahui latar belakangnya yaitu tempat dan waktu; saat Prabhupāda mengunjungi Amerika, masyarakat di sana sangat skeptis (kurang percaya) dengan lembaga agama. Jika Prabhupāda datang dengan membawa bendera Hindu, maka orang-orang Amerika khususnya para hippies yang saat itu banyak datang kepada Śrīla Prabhupāda akan secara reaktif menolaknya. Untuk alasan itulah, Śrīla Prabhupāda kemudian mengatakan ajarannya bukan agama Hindu dengan tujuan yang lebih mendalam, yaitu agar bisa menyampaikan esensi dari veda, sanātana-dharma. Sanātana-dharma adalah prinsip utama dari ajaran Veda, suatu pengetahuan abadi yang tidak berawal dan tidak berakhir, isinya bersifat universal, melampaui batas-batas ras dan agama.


Dokumen Klarifikasi Perkumpulan ISKCON bisa di download di bawah.

Dokumen Klarifikasi Perkumpulan ISKCON
.p
Download P • 198KB


© 2021 Suara ISKCON