Salah Memahami Niat Baik Orang Lain

Suatu ketika seorang anak laki-laki sedang bermain layang-layang di atas atap rumah yang sangat luas dan tanpa pembatas. Saking asyiknya bermain layang-layang, tanpa memperhatikan keadaan sekitar, kakinya mulai melangkah ke tepian atap yang tanpa pembatas tersebut. Teman-temannya bersorak dan bertepuk tangan dengan keras untuk menyemangati dia agar terus menerbangkan layang-layang. Mereka tidak sadar bahwa si anak laki-laki itu dalam bahaya besar. Saat itu melintas seorang pria dewasa yang melihat dan sadar akan keadaan anak laki-laki itu dan bergegas naik menghampirinya. Pria itu seketika menarik anak laki-laki itu dari tepian dan tanpa sengaja membuat tali layangannya terputus. Hal itu membuat si anak laki-laki salah paham akan niat baik orang itu terhadapnya. Dia marah kepada orang dewasa yang menariknya dari tepian atap, dan teman-temannya juga ikut kesal sehingga melontarkan kata-kata buruk kepada pria dewasa. Bahkan si anak laki-laki itu mengancam akan melaporkannya kepada orang tua dan pihak berwenang. Padahal kenyataannya, tanpa ia sadari pria itu telah menyelamatkan nyawanya dari mara bahaya.


Pesan moral dari cerita ini: rasa untuk ingin diakui adalah sifat alami dari setiap orang. Tidak heran dalam keseharian kita sering menemukan bahwa seseorang rela mengeluarkan berjuta-juta, bahkan milyaran uang untuk mendapatkan pengakuan. Karena hal itu adalah hal alami yang ada di dalam diri setiap orang, maka tentu saja kita tidak bisa menghilangkannya begitu saja. Banyak orang di dunia ini yang hanya namanya saja "sahabat atau orang-orang terdekat" yang sering mendorong kita larut dan membuat kita terbuai dalam rasa keakuan yang berlebihan (ahaṅkāra) sehingga tanpa disadari bahwa hal itu membawa kita pada jurang kehancuran.


Orang suci selalu memiliki sikap toleransi dan penuh belas kasih. Ajaran Hare Krishna mengajak seseorang mengembangkan sifat-sifat mulia ini yaitu titikṣavaḥ kāruṇikāḥ (Śrīmad-Bhāgavatam 3.25.21). Seorang yang bersungguh-sungguh mengamalkan ajaran Hare Krishna akan mampu mencapai tataran kesucian dan kemuliaan yang penuh karunia kepada orang lain. Ketika seorang suci seperti itu datang menghampiri seseorang, itu semata-mata didorong oleh rasa belas kasih dan atas kemurahan hati beliau. Beliau berkenan memberikan tuntunan, meskipun kadang-kadang seseorang enggan untuk menerimanya. Namun para roh mulia ini senantiasa menangis memikirkan penderitaan umat manusia di dunia. Mereka senantiasa berdoa dan melakukan kegiatan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan rohani masyarakat. Seperti yang dilakukan oleh Śrī Advaita (seorang acharya vaishnava) "Tuhanku, orang perlu mengerti bahwa engkau Maha Baik, Maha Mencintai, Maha Karunia, tapi mereka tidak menyediakan tempat bagi Anda di hati mereka. Walau penderitaan saudara-saudaraku menyayat hatiku yang terdalam, aku tidak mampu menolong mereka. Wahai Tuhanku, Engkau sendiri harus turun dan mengajari mereka bagaimana cara mencapai diri-Mu. Hanya dengan cara demikian mereka akan belajar mencintai-Mu dan dengan demikian mengakhiri penderitaan mereka."


Melihat bagaimana belas kasih dan ketulusan para guru suci, hendaknya kita senantiasa menghormati dan berusaha melaksanakan ajaran-ajaran mulia yang disampaikan beliau demi kesejahteraan kekal semua mahluk hidup. Dalam mendidik terkadang para guru suci juga mengeluarkan kata-kata pahit dan tindakan yang tegas karena kita belum bisa memahami Beliau, seperti halnya orang tua menegur putra-putrinya karena tindak kekanak-kanakannya. Di sini orang-orang sering salah memahami sikap seorang guru suci yang tegas seperti itu. Namun, karena roh-roh mulia tersebut kesadarannya sangat suci, maka beliau mentolerir tuduhan-tuduhan yang dilontarkan kepadanya. Seperti halnya Yesus Kristus, bahkan meskipun disalib, Beliau tetap mendoakan mereka yang bertindak tidak pantas terhadapnya. Demikianlah seseorang yang tekun berbakti kepada Tuhan YME, serius mempraktekkan ajaran Hare Krishna dengan benar, akan mendapat karunia untuk mengembangkan sikap toleransi dan rasa belas kasih tanpa batas kepada semua mahluk hidup.



Postingan Terakhir

Lihat Semua

© 2021 Suara ISKCON