Sejak kapan Indonesia disebut sebagai Nusantara?



Istilah Nusantara saat ini banyak digunakan untuk mempromosikan ideology, agama, budaya dan politik. Misalnya ada istilah Hindu Nusantara, Islam Nusantara dan lain sebagainya. Sejak kapan Indonesia disebut sebagai Nusantara? Merujuk kepada sejarah istilah 'nusantara' pertama kali muncul pada abad ke 14 dan 15 tepatnya pada saat sumpah palapa yang dikemukakan oleh Gajah Mada. Salah satu bunyi sumpah palapa yang disebutkan oleh Patih Gajah Mada adalah: "Lamun huwus kalah Nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring gurun, ring Seran, Tanjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, Samana isun amukti palapa." Artinya: "Jika telah mengalahkan Nusantara, saya (baru akan) berbuka puasa. Jika mengalahkan Gurun, Seram, Tanjung Pura, Pahang, Dompo, Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, demikian saya (baru akan) melepaskan puasa."


Dari penelitian sejarawan Belanda Bernand Vlekke dalam karya terkenalnya Nusantara: A History of Indonesia (1959). Nusantara berasal dari kata nusa yang bermakna pulau dan antara bermakna luar. Jadi istilah nusantara digunakan pada teks jawa kuno untuk menyebutkan pulau-pulau di sekeliling jawa dan Bali. Dalam suatu penelitian yang dilakukan akademisi Jerman, Hans-Dieter Evers disebutkan bahwa istilah nusantara ini sudah tidak digunakan sejak waktu yang panjang dan muncul lagi di abad ke 20. Jika diambil pengertianya melalui sumpah Gajah Mada wilayah Nusantara yang dimaksud sudah termasuk malaysia, hingga ke wilayah Thailand selatan. Ahli sejarah Singapura dan Malaysia menyebutkan bahwa Istilah Nusantara merujuk Asia tenggara. Salah satu buktinya adalah Istilah ini juga disebutkan dalam sulalatus salatin (atau sejarah melayu) pada abad ke 15 dan 16. Evers menyimpulkan bahwa istilah 'nusantara' berkembang menjadi dua makna. Di Indonesia nusantara bermakna negara Indonesia dan kepulaunnya sedangkan Malaysia istilah tersebut meliputi seluruh pengaruh melayu termasuk filifina dan seterusnya.


Istilah 'nusantara' telah berpindah dari konsep gegorafis ke konsep yang berbeda saat ini. Bahkan pada konflik Tiongkok selatan kita sering menyebutkan wilayah ini sebagai maritim 'nusantara'.


Apakah Indonesia layak berganti nama menjadi Nusantara?

Menurut pendapat saya kedua hal ini memiliki istilah yang berbeda yang kemudian disatukan di zaman modern demi tujuan politik dan tujuan-tujuan lainnya. Secara garis besar bermakna Indonesia merupakan sebutan yang diberikan untuk pulau yang ada di samudra India (Setidjo, Pandji, 2009) Istilah Indonesia diciptakan oleh etnologis Inggris George Windosor Earl pada tahun 1850 untuk menamai kepulauan Hindia (wilayah Indonesia sekarang). Berasal dari bahasa yunani "Indus" = "Hindia" dan "nesos" = kepulauan. Nama Indonesia sendiri diadopsi dari buku sarjana Jerman Adolf Bastian "Indonesien oder die Inseln des Malayischen Archiples, 1884-1894.". Di tahun 1897 Sir William Edward Maxwell seorang ahli hukum berkebangsaan ingris memakai nama ini dalam pembukaan buku "penuntun bahasa-bahasa melayu". Dalam buku ini dia menulis "The Island of Indonesia" Selanjutkan penggunaan nama Indonesia digunakan oleh Ki Hajar Dwantara untuk biro persnya di tahun 1913. Saat itu nama Indonesia dengan pengertian kepulauan Hindia di Asia tenggara ini sudah populer digunakan oleh para akademisi di luar Belanda bahkan di Indonesia.


14 tampilan

© 2021 Suara ISKCON